Penemuan gunung berapi di bawah laut Sulawesi ini merupakan bagian dari ekspedisi dari Kapal Okeanos milik National Oceanic and Atmospheric Administration. Gunung bawah laut itu memiliki ketinggian 3.400 meter, hampir setara dengan tinggi gunung Semeru di Pulau Jawa."Ini gunung api yang besar, lebih tinggi dari gunung lain di Indonesia, kecuali tiga atau empat lainnya," kata Jim Holden, kepal peneliti Amerika Serikat, seperti dimuat laman Guardian.
Belum dipastikan apakah gunung ini aktif. Namun jika benar, "Ini bisa sangat berbahaya," kata ahli geologi kelautan BPPT, Yusuf Surachman Djajadihardja, seperti dimuat laman Ninemsn.com.au.
![]() |
| gelembung keluar dari gunung Mahangetang di bawah laut di Siau, Sulawesi |
Kawio Barat dipilih sebagai area ekspedisi karena unsur-unsur bawah laut yang berlimpah.
Para peneliti gabungan Indonesia-Amerika menggunakan sistem sonar dan peralatan robotik, remotely operated vehicle (ROV) yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi -- untuk mengeksplorasi dasar laut Sulawesi.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kapal Okeanos dari Amerika Serikat dan kapal Baruna Jaya IV dari Indonesia pada kedalaman 6000 meter. Penelitian ini baru pertama kali dilakukan dan merupakan satu-satunya riset di dunia yang menggunakan teknologi canggih dengan kolaborasi antara kapal Okeanos milik tim riset National Oceanic Athmospheric Administration (NOAA) Amerika dan kapal Baruna Jaya 1V milik Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Indonesia.
Keberadaan gunung berapi di bawah laut serta sumber panas bumi dan biota lainnya terekem dengan jelas oleh robot yang terpasang kamera beresolusi tinggi. Robot tersebut oleh ilmuan dari Indonesia dan Amerika disebut Remotely Operated Vehicle (ROV).
Saat robot mengambil gambar aktivitas gunung berapi di bawah laut Sulawesi, visualnya dapat dilihat oleh semua peneliti berada di Jakarta atau di Amerika. Sebab, tampilan gambar hidup dan data-data yang ada dibawah laut melalui robot kecil itu terkirim secara langsung melalui satelit. ”Lalu satelit mengirimkan video dan suaranya ke Expedition Command Centre yang ada didua lokasi, yakni di Jakarta dan Seattle, Amerika,” kata Jeremy Potter, ilmuan dari NOAA.
Ekspedisi ini telah memetakan 2.400 mil persegi dasar laut di Indonesia atau seluas Delaware. Ekspedisi ini akan selesai pada 24 Agustus mendatang. Gunung berapi dalam laut ini terdeteksi dalam ekspedisi bersama ilmuwan Indonesia dan ilmuwan Amerika Serikat dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang berada di bawah naungan Departemen Perdagangan AS. Para ilmuwan Indonesia dan AS yakin mereka akan menemukan banyak fenomena baru untuk memahami ekosistem laut dan dampak perubahan iklim. terlebih Indonesia merupakan negara yang memiliki perairan sangat luas dengan 17.000 pulau lebih. Source: tempointeraktif, vivanews, dll.
Semoga ekspedisi penelitian seperti ini terus dilakukan di Indonesia sehingga bisa membuka dunia bawah laut Indonesia yang masih menyimpan banyak tanya. Penemuan gunung bawah laut di perairan Indonesia ini bukan kali pertamanya. Mei 2009 lalu, gunung api raksasa berdiameter 50 kilometer dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan di kawasan perairan barat Sumatera. Mungkin akan ditemukan lagi gunung-gunung berapi di bawah laut Indonesia.
INCOMING SEARCH:
gunung berapi di bawah laut sulawesi, gunung berapi bawah laut, gunung api bawah laut, penemuan gunung berapi di bawah laut, gunung berapi raksasa di bawah laut, gunung berapi di perairan kepulauan sangihe talaud, gunung bawah laut, gunung berapi aktif bawah laut, pencarian gunung di bawah laut, penemuan gunung di bawah laut indonesia, penelitian bawah laut, gunung kawio barat, gunung bawah laut sulawesi, ekspedisi ocean explore indonesia-amerika, ekspedisi bawah laut


No comments:
Post a Comment