Wednesday, September 1, 2010

Malam Lailatul Qadar dan Keistimewaannya

بسم الله الرحمن الرحيم

Malam Lailatul Qadar atau juga dikenal dengan Malam Seribu Bulan merupakan malam yang sangat dinantikan dan didambakan oleh umat Islam sedunia karena keistimewaan Malam Lailatul Qadar, yaitu ibadah pada malam Lailatul Qadar pahalanya lebih baik dari 1000 bulan.

Pengertian Lailatul Qadar.
Mengapa disebut Lailatul Qadar? Ada sebagian ulama yang menafsirkan, dinamakan lailatul qodar karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan atau pada malam itu ditentukanlah takdir manusia yang akan dialaminya selama setahun, sejak saat itu hingga Lailatul Qadar berikutnya.
Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qodr (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, mungkin setara dengan 83 tahun 4 bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an.
sebagaimana firman Allah swt :


إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3– 5)
Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar. Keistimewaan malam Lailatul Qadar sebagaimana firman-Nya :


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)


Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti yakni [1]:

1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penah hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami
2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat
3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)

Kisah tentang Lailatul Qodar:
Ibn Abbas r.a. meriwayatkan , rasulullah SAW pernah bercerita bahwa beliau mendapat wahyu dari Allah tentang seorang laki-laki Bani Israil yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan tanpa henti. Rasulullah SAW sangat kagum , lalu beliau berdoa, “Tuhanku , Engkau telah menjadikan umatku orang-orang yang pendek usia dan sedikit amalan”.
Kemudian Allah memberi keutamaan kepada Rasulullah SAW dengan memberikan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang digunakan oleh laki-laki Bani Israil itu berjihad di jalan Allah. Nama laki-laki Bani Israil itu adalah Syam’un (Samson). Ia berperang melawan kaum kafir selama seribu bulan tanpa henti. Ia diberi kekuatan dan keberanian yang membuat musuh-musuhnya ketakutan.

Menyadari akan umur manusia sekarang lebih pendek dari umat sebelum umat Nabi Muhammad SAW, namun dosa-dosa yang saya perbuat saya rasa sudah terlalu banyak, maka saya pun ingin mendapatkan berkah rahmat dari Malam Lailatul Qadar dan semoga dosa-dosa saya serta umat Islam sedunia diampuni oleh Allah SWT. Amiin.
Alangkah indahnya jika mendapatkan hikmah Malam Lailatul Qadar.

Selanjunya, Kapan Waktu Turunnya Lailatul Qadar, Apa Tanda-Tanda Lailatul Qodar dan bagaimana menghadapi Lailatul Qadar Agar Mendapatkan Lailatul Qadar?

posted by: فقيه
Referensi: wikipedia , lembaran buletin dakwah asy syifaa', abihafiz.wordpress
Keywords: malam lailatul qodar, malam lailatul qadr, lailatul qadar, lailatul qadar 2010, kelebihan malam lailatul qadar, amalan malam lailatul qadar, keutamaan malam lailatul qadar, malam lailatul qodr, ciri ciri malam lailatul qodar, kelebihan malam lailatul qodar, keutamaan malam lailatul qodar

Do you want to share?

Do you like this story?

No comments:

Post a Comment